sedang bayang dirimu menari di ujung pancaran diri, (sambil menutup layar monitor) diri termangu, resah,gundah terjebak dalam pusaran gelombang cinta, seperti syair lagu penyanyi : rasa cinta pasti ada, pada mahluk yang bernyawa he..he..he.. ( sambil nyengir )
hmmm... jadi inget si ganteng Ridho Rhoma... neh... .”aduh..aduh..aduh..penyakit cinta ..tiada obatnya hanya si dia (suit..suiiii mantaaap) Bang Haji memang kereeeennn, tahu aja jiwa yang lagi kasmaran (samil senyam senyum sendiri,
Ya...ya...ya...,memang tak pernah ada habisnya membahas urusan "Cinta", satu kata yang benar benar sakti, ajib dan full misteri yang bisa membuat seorang manusia lupa lupa ingat...ingat ingat lupa (...halahhhh )
Ya...ya...ya...,memang tak pernah ada habisnya membahas urusan "Cinta", satu kata yang benar benar sakti, ajib dan full misteri yang bisa membuat seorang manusia lupa lupa ingat...ingat ingat lupa (...halahhhh )
Hmmm....
Ketika rindu membiru meremas kalbu, disanalah kebodohan jiwa mengumandang asa yang sesak, pengap, tercekik, huuff...nikmattt... (sangking terlalunya rasa itu ) sampai sampai...
Ketika rindu membiru meremas kalbu, disanalah kebodohan jiwa mengumandang asa yang sesak, pengap, tercekik, huuff...nikmattt... (sangking terlalunya rasa itu ) sampai sampai...
Aku mau makan..ingat kamu...aku mau tidur...ingat kamu...(hikz hikz)
Sahabat baikku yang cukup kuakui kebijakannya mengirim pesan via inbox FBku tadi (karena aku curhat abis tentang si rindu yang lagi yang sedang menghujam dendamnya ke hatiku), dia bilang “ Lumrah saja..., manusia hidup tanpa cinta akan terasa gersang, manusia hidup tanpa cinta akan kaku “ (kilahnya...)
Cinta itu fitrah, dan cinta adalah buah dari pertautan jiwa, juga merupakan suatu kebutuhan yang sama dengan kebutuhan tubuh yang harus diisi dengan makanan, mobil dengan minyak dan bensin atau gas, Kebutuhan ruhani dengan siraman keruhanian, ilmu, dan agama sebagai dasar dari CintaNYA, kebutuhan jiwa adalah cinta.
Rasa cinta juga membuktikan bahwa kita masih memiliki kepekaan hati dan kelembutan jiwa.
Rasa cinta juga membuktikan bahwa kita masih memiliki kepekaan hati dan kelembutan jiwa.
Sangat imposible bila cinta dimiliki oleh manusia berhati keji yang sudah kehilangan nuraninya, karena tertutup gelapnya dinding nista dunia (tambahnya lagi...)
Ow ow ow, indah dan nyaman sekali kata kata itu, (hmmm) “tak ada yang salah dengan cinta, tak ada yang salah dengan rindu ternyata”
Ow ow ow, indah dan nyaman sekali kata kata itu, (hmmm) “tak ada yang salah dengan cinta, tak ada yang salah dengan rindu ternyata”
Beruntungnya aku masih dititipi rasa cinta dan rindu kepada manusia lain yang bebas aku cintai. (Sambil manggut mangut), aku membaca pesan sahabatku, frame tayangan infotainment salah satu tv swasta memberitakan gossip terbarunya...,
Seorang gadis kecil yang terperangkap angkuh libido lelaki tua yang usianya bahkan jauh lebih tua dari ayahnya, beraroma tanah pula ( gile beneeerrr...),
Terbayang bagaimana bisa si gadis melewatkan malam pertamanya dengan tubuh ringkihnya dan organ reproduksinya yang masih sangat lemah.
Alasan picik dan kerdil dibuat untuk alibi pembenaran si bandot tua, beraninya dia menyamakan dirinya dengan kemuliaan Rasulullah SAW (Shalawat dan Salam), lancang dan nistanya mulut kisut hitam itu berkata kata tentang As Sunah untuk tameng kebusukan syahwat kejinya. Padahal mungkin baru beberapa buku saja yang dia baca, itupun belum tentu jelas buku atau tulisan karangan siapa ? dan apakah kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan ? hmmm...” ada ada saja alasan manusia jaman sekarang untuk penuhi nafsu binatangnya”
Aura hedonisme kuat menyergap, melilit ego si ayah, yang terpesona jaguar dan BMW edisi baru si bandot tua, berikut brankas uang yang dipamerkan di depan rumah miliknya (itu bener ada isi nya ga yahhh??), tapi hari giniiii...siapa yang tak tergiur aroma rupiah? satu akibat diri anak adam yang memberi kesempatan pada setan berkuasa penuh membungkam kebenaran nuraninya.
Dan lucunya, si bandot dan si ayah, ditaruh dimanakah nurani mereka ? ataukah mereka memang sudah tak punya itu ?
Inikah arti FirmanNya : Orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu ubun-ubun dan kaki mereka dipegang." (Al Rahman: 41), masih adakah takut di kedalaman hati mereka pada Tuhannya?, Sungguh merupakan kepantasan Allah berfirman lagi: "Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? (al Rahman: 40).
Sedang Tuhan dengan sifat Ar Rahman Ar RahimNya telah begitu banyak memberi kenikmatan tanpa kita pinta dan merengek, jika kita tahu arti bersyukur, bersabar, berikhtiar dan ikhlas.
Malangnya si gadis kecil yang akhirnya ( entah ikhlas atau terpaksa) mengatakan mencintai si bandot tua itu, benarkah? yakinkah hatinya tentang cinta yang terucap dari bibirnya yang mungil ?, sekali lagi, entah, cinta tlah kehilangan makna nampaknya disini.
Layaknya gunung es, kisah yang sama masih banyak terjadi di bumi tercinta ini, dengan alasan kemiskinan dan tuntutan isi perut yang tak pernah terpuaskan hingga mulut mulut tersumpal tanah.
Jadi, dimanakah cinta itu diletakkan dalam diri mereka ? masihkan makna agung dan suci dari cinta dapat diresapi dalam jiwa? ohhhh haruu...sulitnya memegang idealisme pada akhir jaman ini bagi yang memahami kulit, bak memegang bara di telapak tangan.
Loh, kenapa jadi emosi sih? si gadis aja enjoy tuh menikmati dunianya sekarang, hmmm gimana yah kelanjutan hidup dia kini? (hehehe) penasaran juga ( hehehe ), sudahlah tak ada kewenangan dan kepantasan diri ini menilai kebenaran hidup manusia lain (hohoho nyadar juga).
Kembali sahabat bijakku mengirim pesan di inbox, karena aku masih ingin mendengar siraman kata kata sejuknya untuk meredam rasa yang gundah gulana ini (^_^).
Lanjutnya :
Cinta sejati, tidak akan pernah mendzalimi yang dicintai
Cinta sejati akan selalu memberi dan menerima
Cinta sejati akan selalu mengerti kondisi yang dicintai
Cinta sejati tak akan pernah meninggalkan, kecuali diminta
untuk ditinggalkan
Cinta sejati akan selalu bersama dalam suka dan duka
Lapang dada menerima segala kekurangan yang dicintai
Lapang dada menerima segala kelebihannya
Namun, cinta pada manusia, tak akan pernah menerima
kompromi Kalau itu sudah melanggar aturan Allah dan RasulNya..
Karena sebenar-benar cinta yang sejati dan hakiki, hanyalah
karena Allah Ta'ala
Bukan karena dikau pujaanku
Bukan karena dikau yang baik
Bukan karena dikau yang ganteng/cantik/lincah,pintar kaya
Bukan juga karena dikau ayah/ibu dari anak-anakku
Bukan juga karena dikau telah membantu dan memperhatikanku
Namun,Llillahi Ta'ala semata
Keridhaan Allah semata
Karena kita bukan manusia munafik yang dapat menafikan rasa cinta yang bergelora di hati, tapi
Keridhaan Allah menjadi harapan kita pula untuk menghantar ke SurgaNya.
Wow, serasa diguyur air dari pegunungan himalaya hati ini (nyesss).
Akhirnya dengan perenungan yang cukup dalam dan panjang, kata kata sahabatku bisa kusimpulkan bahwa, Cinta dan rindu harus kita syukuri kehadirannya sebagai bukti cinta dan kebesaranNya kepada manusia, dan sememangnya cinta manusia kepada manusia lain haruslah diletakkan di wadah yang benar, berbanding lurus dengan KeridhaanNya. by ~Lembayung Senja~
Edit : Ahmad yusuf J